Pages

RSS

Welcome to my Blog
Hope you enjoy reading.

Minggu, 15 September 2019

#ayojalan Balikpapan 2



Ayo ke (calon) ibukota negara!
Haha,,
Tagline seperti itu sudah banyak beredar di media promosi hampir di seluruh Indonesia nampaknya. Padahal kan rencana ibukota ada di kabupaten sebelah. #Eh

Balikpapan, secara geografis berupa kawasan pantai dan perbukitan, jadi muncul banyak spot wisata dadakan baik bagi mereka yang pengen menikmati fajar, senja, ataupun pemandangan kota secara eagle view sembari menikmati jagung bakar, menyeruput kopi, ataupun mojok pacaran. Ha ha ha.

Tanjakan dan tikungan masih banyak
Biar paham rasanya ditikung #eh


Nah, wisata kali ini bisa dinikmati sambil gowes santai (atau menuntun santai) di pagi atau sore hari. Salah satu rute favorit adalah melewati kawasan perumahan Pertamina dan Melawai. Kenapa kok jadi favorit? Soalnya rute yang kurang lebih 10 km ini sungguh bukan rute newbie dengan tanjakan tanjakan tajam. Ada baiknya jika dimulai dengan pemanasan di hari sebelumnya. Sebagai newbie di tanjakan tajam, acara gowes bisa berakhir dengan acara menuntun sepeda. Hihi. Tapi bonus di akhirnya maksimal kok. Pemandangan dari perbukitan sembari menyaksikan lalu lintas kapal laut. Beberapa kota lain mungkin ada juga daerah perbukitan yang dibanggakan sehingga banyak cafe menjamur. Tapi percayalah, pemandangan kapal lalu lalang itu jarang.

Starter pack perbukitan di kota lain

Itu sudah biasa, kalo Balikpapan gimana nih?



Siang/malam oke punya pemandangannya. Eh tapi sekarang sedang tertutup kabut asap. Huhu. Doakan kabut asap cepat reda yaa...
#Balikpapanberkabut


Gowes selanjutnya bener-bener bersepeda santai karena sisa turunan saja (plus sedikit tanjakan ringan) sampai ketemu pantaaaaiiiii!!! yeay! Setelah itu gowes santai sampe akhir. Kurang lebih gini rutenya

Ahmad Yani - Karang Jawa (lewat Panorama supaya lebih jauh juga boleh) - Yos Sudarso (bisa lewat luar kalo mau pemandangan kilang, atau lewat dalam yang lebih amn dari kendaraan berat - Pantai Melawai (dan pantai sekitarnya) - Jend. Sudirman

Selesaaiii
#burubururebahan



Pic: google & dok pribadi

Kamis, 15 Agustus 2019

Back to School

Ayoo Sekolah~


Juli kemaren mungkin adalah saatnya anak kembali bersekolah, tapi ga ada salahnya kita-kita yang sudah ga sekolah formal juga kembali ke sekolah. Di Era Globalisasi begini, sekolah ga melulu mengenyam pendidikan formal kok. Cukup mengingatkan diri kita bahwa kita perlu meng-upgrade pengetahuan kita karena sesunguhnya community kita berkembang secara eksponensial. Jika ga segera mengupgrade, bisa jadi kita menjadi minoritas setingkat molekul dalam ekosistem. Masih mau?


Kau tak pernah berubahKau masih sajaDengan peran yang kau tak sukaApa kata ayahJadi pembatas ruang gerakmu berkayaKunto Aji - Konon Katanya


Quarter life crisis banyak melanda. Jadi bagaimana kita harus berpijak? Selain dimana ternyata bagaimana kita berpijak sangat penting sekali. Pertanyaan ini akan mudah dijawab oleh mereka yang dinamis. Nah, ada beberapa tempat 'mendengar' yang bisa membantu kita untuk berpijak. Bukankah mendengarkan yang baik-baik akan membawa kita kepada yang baik? Tempatku 'mendengar' kali ini adalah podcast.

Mendengarkan podcast seperti mendengarkan radio tapi tanpa iklan. Banyak yang setuju pasti kalo podcast itu tempat belajar yang murah. Karena di podcast banyak sharing dari pakar bahkan sampai curhat ga penting! Mendengarkan podcast juga ga memerlukan fokus yang berlebih, cukup indra pendengar saja. Sehingga dapat dilakukan pada saat melakukan aktivitas lainnya. Sambil menyelam makan seafood gitu. Dulu mendengarkan podcast cukup susah karena harus di iTunes atau di google, tapi sekarang sudah dipermudah dengan banyaknya aplikasi untuk mendengarkan podcast. Bahkan beberapa youtuber pindah ke media ini.

Beberapa rekomendasi channel podcast bagi mereka yang menginjak sepermpat abad


1. Curhat Babu


Setahun lalu tiba-tiba terjerat cuitan @sheggario yang lagi #CurhatArio. Akibat jiwa ingin tahu yang tinggi, terperosoklah ke channel Curhat Babu sampe sekarang ga bisa lepas dan masih menanti update terbaru nya. Curhat Babu sendiri adalah curhatan Bapak Ario dan Ibu Nucha yang sudah beberapa kali ganti konsep dan sepertinya akan berganti konsep kembali dalam waktu dekat. Semakin kesini semakin menarik karena banyak sekali relate dengan kehidupan seperempat abad. Dulu yang hanya menceritakan tentang pengalaman hingga sekarang sudah beberapa kali membawa pakar ke dalam obrolannya.
Semakin deh terasa sedang mengikuti seminar gratis dan murah dengan jadwal yang fleksible. Hihihii. Siraman pengetahuan ringan tapi mengena gini emang paling oke saat ini. Memberi tahu tanpa menggurui. Sampe saat ini masih jadi podcast paling mengena walaupun Ario juga mengeluarkan podcast lain.


2. PORD


Komika, penulis, dan youtuber ini akhirnya terjun juga ke dunia podcast. Mungkin karena persaingan di youtube semakin ketat akhirnya beberapa collab content dibawa ke podcast. Awalnya sempet ragu gara-gara durasinya yang lama banget, kurang lebih 1 jam untuk setiap posting. Suka heran kenapa di youtube banyak yang nonton, jiwa sibuk ini menjerit. Hehe. Bagaimana mungkin menyisihkan banyak waktu hanya untuk nonton video orang ngobrol aja! Yang mungkin tanpa tema juga.
Sekali mendengarkan podcast jadi tahu deh kenapa banyak yang nonton channel youtube nya. Karena sungguh bukan seperti acara show! Show! Show! Yang ada di TV TV itu. Yang lebih banyak bercandanya daripada mengulik kembali sesuatu dalam diri bintang tamu yang dapat menginspirasi penonton eh pendengar eh penonton eh penikmatnya aja deh.
Sungguh berterima kasih sekali kepada Raditya Dika yang memilah konten yang dapat dijadikan podcast. Tetap berharap konten cover lagu Bahasa Indonesia tidak menyentuh podcast. Ewwh.


3. Gofar Hilman


Sama seperti Raditya Dika, penyiar radio ini memulai di youtube. Kini konten Youtube nya yang berjudul Ngobam mulai dibuatkan podcast nya. Ngobam alias Ngobrol bareng musisi ini adalah satu diantara sekian konten yang dibuat oleh pecinta otomotif ini. Konsepnya mirip seperti MTV Global Room mungkin kalo ada yang inget, dengan durasi yang lebih panjang dan tanpa iklan nampaknya ga masalah buat penyiar 1 ini. Kisah-kisah inspirasi musisi bener-bener habis diobrolin disini.
Dengan jargon #sekut dan #per__anduniawi, nampaknya tahun 2019 ini menjadi tahunnya Ngobam dengan trending episode-episode Ngobam yang akhirnya dibuatkan pula podcastnya.


4. Curhat #20an


Podcast yang satu ini diisi oleh Mega Agnesty Anjasmoro tentang Quarter Life Crisis yang banyak mengulik kehidupan sehari-hari yang mengena seperti karir, mental illness, percintaan, sampe throwback era 90an. Udah ibarat belajar dari curhatan atau kisah orang lain deh pokoknya.


Kalo jaman dulu ada pepatah "Malu bertanya sesat di jalan", mungkin kalo sekarang "Simak podcast, pinter kemudian". hehehe. Belajar ga harus berhenti kan kalo pendidikan formal sudah usai?

Anyway sekarang makin nemu banyak podcast-podcast menghibur. Yeay!