Pages

RSS

Welcome to my Blog
Hope you enjoy reading.

Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2020

Sladder (17) : Possessive Eh?

 

Dear you,

Pernah ngerasa possessif? Atau lagi di possessif-in?

Gimana rasanya possessif? Seperti rasa ingin memiliki yang tinggi banget ga sih? Takut kenapa-kenapa gitu kan ya? Khawatir banget gitu kan ya? Ga tenang rasanya

Yang lagi di possessif-in gimana? Bete banget? Atau seneng banget ketika dijaga erat-erat? Layaknya gelas kaca yang bisa pecah kapanpun itu.

My friend said that he doesn’t like that condition. Seperti wanita, ternyata pria juga membutuhkan me time yang kadang mengesalkan bagi sebagian wanita. Some of them gasuka kalo di kekang, mungkin dengan hobinya atau yang lainnya. Etapi, klo ga diribetin sama sekali malah kecarian. Bingung kan? Mengingat tipikal cewek dan cowok beda-beda

Contoh ni ya, pernah ga sih kalo cowok menanyakan ‘kapan pulang?’ ke rekan cowok lainnya? Disaat geng cewek dengan super-duper-over-protectif (setengah kepo) nanya detail pergi kemana? Dengan siapa? Kapan pulang? Sampe ngecekin dreescode-nya uda udah sesuai atau engga. Yang kaya begini nih bahkan lazim dilakukan sesama temen cewek yang mungkin ga terlalu akrab. Seorang teman bahkan mengatakan bahwa di daerahnya cewek yang kaya gini disebut ‘polisi toba’ hahahaha. Alias laporan 24 jam sehari 7 kali seminggu katanya. Infonya malah, tingkatan pernikahan di sana akan sampai pada seorang suami yang menuliskan nama kontak istri di HP nya dengan nama kaya gitu. Sudah Lelah dengan ‘ayah-bunda’ kali yeee soalnya samaan sama kaya anak SD pacaran. Hihihi.

 


Jadi, sampai mana tahap hubunganmu?

Tahap hubunganku saat ini possessif akut.kut.kut. duh, sungguh-sungguh 2020 bisa memutar balik kepribadian manusia-manusia yang masih hidup. Gimana engga? Setiap hari kami harus absen layaknya tahanan. Sebelum jam 8 di weekdays dan sebelum jam 10 di weekend, dan kalo ketahuan cheating itu bakal jadi buronan sekantor. Iyaaa, kebetulan di tempat saya, atau mungkin di tempat yang lainnya juga, memberlakukan absen kondisi diri setiap hari. Mulai dari mengisi 5 pertanyaan sampai mengisi lebih dari 30 pertanyaan setiap paginya. Bagi yang menjawab text orang terdekat di pagi hari adalah seperti harus charge energi untuk kemudian dikerahkan seluruh energi dan jiwa raga dikarenakan merupakan sebuah kemalasan yang amat sangat, kondisi ini zungguh-zungguh (harus pake ‘z’ ya) menyiksaku. Mau tidak mau, sebagai harga yang harus dibayar untuk kebebasan kita untuk beraktifitas dengan kebiasaan baru. If our company caring us, why we not do the same thing, right?


 Kadang kukesal dengan sikapmu

Yang selalu bertanya mana perhatianku
Mungkin kau tak pernah merasakan
Apa yang kulakukan di setiap pengorbananku
_Rizky Febian-cuek_


Dear you,
mulai possessive eh?

(¬_¬ )

Kamis, 15 Agustus 2019

Back to School

Ayoo Sekolah~


Juli kemaren mungkin adalah saatnya anak kembali bersekolah, tapi ga ada salahnya kita-kita yang sudah ga sekolah formal juga kembali ke sekolah. Di Era Globalisasi begini, sekolah ga melulu mengenyam pendidikan formal kok. Cukup mengingatkan diri kita bahwa kita perlu meng-upgrade pengetahuan kita karena sesunguhnya community kita berkembang secara eksponensial. Jika ga segera mengupgrade, bisa jadi kita menjadi minoritas setingkat molekul dalam ekosistem. Masih mau?


Kau tak pernah berubahKau masih sajaDengan peran yang kau tak sukaApa kata ayahJadi pembatas ruang gerakmu berkayaKunto Aji - Konon Katanya


Quarter life crisis banyak melanda. Jadi bagaimana kita harus berpijak? Selain dimana ternyata bagaimana kita berpijak sangat penting sekali. Pertanyaan ini akan mudah dijawab oleh mereka yang dinamis. Nah, ada beberapa tempat 'mendengar' yang bisa membantu kita untuk berpijak. Bukankah mendengarkan yang baik-baik akan membawa kita kepada yang baik? Tempatku 'mendengar' kali ini adalah podcast.

Mendengarkan podcast seperti mendengarkan radio tapi tanpa iklan. Banyak yang setuju pasti kalo podcast itu tempat belajar yang murah. Karena di podcast banyak sharing dari pakar bahkan sampai curhat ga penting! Mendengarkan podcast juga ga memerlukan fokus yang berlebih, cukup indra pendengar saja. Sehingga dapat dilakukan pada saat melakukan aktivitas lainnya. Sambil menyelam makan seafood gitu. Dulu mendengarkan podcast cukup susah karena harus di iTunes atau di google, tapi sekarang sudah dipermudah dengan banyaknya aplikasi untuk mendengarkan podcast. Bahkan beberapa youtuber pindah ke media ini.

Beberapa rekomendasi channel podcast bagi mereka yang menginjak sepermpat abad


1. Curhat Babu


Setahun lalu tiba-tiba terjerat cuitan @sheggario yang lagi #CurhatArio. Akibat jiwa ingin tahu yang tinggi, terperosoklah ke channel Curhat Babu sampe sekarang ga bisa lepas dan masih menanti update terbaru nya. Curhat Babu sendiri adalah curhatan Bapak Ario dan Ibu Nucha yang sudah beberapa kali ganti konsep dan sepertinya akan berganti konsep kembali dalam waktu dekat. Semakin kesini semakin menarik karena banyak sekali relate dengan kehidupan seperempat abad. Dulu yang hanya menceritakan tentang pengalaman hingga sekarang sudah beberapa kali membawa pakar ke dalam obrolannya.
Semakin deh terasa sedang mengikuti seminar gratis dan murah dengan jadwal yang fleksible. Hihihii. Siraman pengetahuan ringan tapi mengena gini emang paling oke saat ini. Memberi tahu tanpa menggurui. Sampe saat ini masih jadi podcast paling mengena walaupun Ario juga mengeluarkan podcast lain.


2. PORD


Komika, penulis, dan youtuber ini akhirnya terjun juga ke dunia podcast. Mungkin karena persaingan di youtube semakin ketat akhirnya beberapa collab content dibawa ke podcast. Awalnya sempet ragu gara-gara durasinya yang lama banget, kurang lebih 1 jam untuk setiap posting. Suka heran kenapa di youtube banyak yang nonton, jiwa sibuk ini menjerit. Hehe. Bagaimana mungkin menyisihkan banyak waktu hanya untuk nonton video orang ngobrol aja! Yang mungkin tanpa tema juga.
Sekali mendengarkan podcast jadi tahu deh kenapa banyak yang nonton channel youtube nya. Karena sungguh bukan seperti acara show! Show! Show! Yang ada di TV TV itu. Yang lebih banyak bercandanya daripada mengulik kembali sesuatu dalam diri bintang tamu yang dapat menginspirasi penonton eh pendengar eh penonton eh penikmatnya aja deh.
Sungguh berterima kasih sekali kepada Raditya Dika yang memilah konten yang dapat dijadikan podcast. Tetap berharap konten cover lagu Bahasa Indonesia tidak menyentuh podcast. Ewwh.


3. Gofar Hilman


Sama seperti Raditya Dika, penyiar radio ini memulai di youtube. Kini konten Youtube nya yang berjudul Ngobam mulai dibuatkan podcast nya. Ngobam alias Ngobrol bareng musisi ini adalah satu diantara sekian konten yang dibuat oleh pecinta otomotif ini. Konsepnya mirip seperti MTV Global Room mungkin kalo ada yang inget, dengan durasi yang lebih panjang dan tanpa iklan nampaknya ga masalah buat penyiar 1 ini. Kisah-kisah inspirasi musisi bener-bener habis diobrolin disini.
Dengan jargon #sekut dan #per__anduniawi, nampaknya tahun 2019 ini menjadi tahunnya Ngobam dengan trending episode-episode Ngobam yang akhirnya dibuatkan pula podcastnya.


4. Curhat #20an


Podcast yang satu ini diisi oleh Mega Agnesty Anjasmoro tentang Quarter Life Crisis yang banyak mengulik kehidupan sehari-hari yang mengena seperti karir, mental illness, percintaan, sampe throwback era 90an. Udah ibarat belajar dari curhatan atau kisah orang lain deh pokoknya.


Kalo jaman dulu ada pepatah "Malu bertanya sesat di jalan", mungkin kalo sekarang "Simak podcast, pinter kemudian". hehehe. Belajar ga harus berhenti kan kalo pendidikan formal sudah usai?

Anyway sekarang makin nemu banyak podcast-podcast menghibur. Yeay!


Minggu, 03 Februari 2019

Gigi dua

Apa sih yang kita pikirin kalo ketemu angka 2? Couple? Genap? Apalagi kira-kira?

Bagiku, dua itu angka yang baik untuk memulai. Contohnya nih lagi maen game terus mencapai level 2. Biasanya tuh bakalan termotivasi karena bisa nyelesaiin tahap awal. Jadi tahap selanjutnya bakal lebih lancar dan lebih menantang. Ya gak sih? Coba kalo level 1 aja gagal, pasti uda langsung di closed bahkan uninstall game nya. Ibarat may playstation langsung banting console-nya. Hahahaaa

Nah kalo gigi 2 itu juga jadi awal bagi bayi yang tumbuh gigi. Selalu dua tuh pasti. Coba cek deh. Kalo ga atas dulu dua-duanya ya bawah dulu dua-duanya. Jarang sih liat 1 atas 1 bawah. Kenapa tuh ya? Penasaran juga. Tapi kalo liat bayi bergigi dua pasti happy. Apalagi kalo pas lagi senyum. Bisa meleleh gitu kalo kiasannya. Selalu bikin happy.



Tapi ada juga gigi 2 yang bisa jadi prank juga. Jadi ku sebagai orang yang sering banget jalan kaki entah kenapa lagi pengen jadi abeng a.k.a anak nebeng. Entah nebeng temen sekantor atau nebeng ojek onljne (yang ini wajib bayar sih!) apalagi akhir-akhir ini hujan dan gerimis ramai menyapa. Maklum lagi bulannya hujan sehari-hari. Ceritanya seorang kawan yang lagi seneng-senengnya naik mobil, penyebabnya gak lain dan gak bukan adalah mobil baru! (baca sladder 8).
Percayalah, kalo punya sesuatu yang baru itu biasanya pengen di lihat-lihat dan di pegang pegang terus #eh. Jadi dalam mood yang bagjs ditaburi sedikit silat lidah diantarlah kami dinner plus belanja
Popo: Mana nih yang punya mobil baru. Mau dong diantar makan ke depan (mall depan kantor yang ga nyampe 100m kalo jalan kaki tapi harus muter jauh kalo naik kendaraan)
Moemoel: Iya, pengen nyobain mobil baru. Harumnya beda. (langsung ikuti ritme prank)
Tara: ayok makan bareng, tapi pake mobil dya aja (nunjuk Moemoel)
Popo: ah gamau, bosan kalo mobil itu. Pengen ngerasain mobil baru #apadah
Moemoel: iya, jarang-jarang bisa di setirin atasan
Tara: oke. Hayuk
Bersiaplah kita ke loby sambil nungguin mobil dateng. Iya di loby! Bukan nemenin ambil mobil ke parkiran. Ga lama mobil dateng kita langsung berkonspirasi.
Moemoel: gimana kalo kita duduk di belakang dua dua nya. #edisikurangajar2019
Popo: hayuk
Setelah akting sambil sapa kanan kiri ke rekan kerja yang lagi nunggu jemputan masuklah kami ke mobil bagian penumpang belakang berdua sambil ketawa-ketawa. Sambil kesel merajuk kita tetep jalan karena sudah ada mobil datang di belakang kita. Ok. Lets go!



Dan olahraga pipi dimulai...

Moemoel: sesuai aplikasi ya bu
Popo: (masih belum selesai ketawa)
Tara: baik bu (nada terpaksa). Berani-beraninya ya ngerjain aku. Awas aja besok balik jam kantor ku kasi kerjaan banyak
Moemoel: kok ngancem sihh. Jangan doong.

Moemoel: eh itu lagunya kok dangdut koplo sih, ga sesuai ama tema kita dong. Coba cari lagu barat gitu
Tara: gatau gimana caranya (sambil pakai muka melas)
Popo: (mencoba berhenti tertawa dan sedikit bersikap bijak) lho, katanya tadi mobil dititip ke driver kantor. Minta tolong di settingkan sekalian dong. Think smart gitu walaupun emang gabisa jangan polos gitu deh
Moemoel: (tertawa makin keras)

Moemoel: di luar masih hujan, dingin banget. AC nya bisa tolong di kecilin dong.
Karena sama-sama duduk di belakang kami minta tolong untuk kecilkan pendingin udara. Tapi apa jawabannya..
Tara: duh emang gitu settingannya (sambil fokus banget liat depan)
Moemoel dan Popo: (ngelirik dashboard ternyata AC di setting high) ya kan bisa dituruniin ( sambil koor)
Popo: udah-udah jangan tegang gitu lah nyetirnya. Kalem aja.
Tara: ini, gelap banget kacanya gak kelihatan kalo malem
Popo: yaa salah siapa dipasang kaca film semuanya non, jadi ga keliatan kalo dipake malem
Moemoel: pantes jalannya pelan
Popo: kalo itu sih karena sedari tadi pake gigi 2 bu (gear 2 maksudnya), coba denger suara mesin di luar (sambil ketawa kasihan)
Moemoel: pantesan!

Sedikit cerita tentang nyonya yang lagi nyetir ini, biasanya kalo keluar kantor bareng driver ketika masuk mobil langsung pasang posisi wuenak buat tidur atau main hape. Tapi sekali (baru pertama kali) pergi bareng nyonya ini dalam rangka pekerjaan kantor dan menggunakan fasilitas kantor ikut deg-degan selama perjalanan. Kalo nyonya bilang pernah belajar mobil aku harap maklum dan sabar, tapi ngakunya udah sering setir mobil. Jadi awalnya santai tapi ga sampe setengah menit langsung was was karena menunjukkan kejanggalan kejanggalan seperti:
- hampir ga bisa nanjak dari parkiran.
- sempat mundur mobil di tanjakan.
- sepanjang puluhan kilometer perjalanan maksimal kami hanya pakai gear 2.
Mohon maaf walaupun belum bisa nyetir mobil tapi kuingin ketawa di bagian terakhir. Rasanya pengen bikin tulisan gede-gede di papan terus di pasang di belakang mobil ditulis "BELAJAR". Huhuhuuu



Tara: kita parkir disini aja bisa ga? (maksudnya parkir di loby mall aja karena males nyari parkir)
Popo: ya gabisa dong bu, di parkiran kemaren aja. Masih inget kan?
Tara: duuhh, susahnya parkirnya kemaren itu (tipikal ibu-ibu bisa nyetir aja tapi gabisa parkir)
Moemoel: belok sini mba (sambil ngarahin)
Tara: parkir disini aja ya (nunjuk parkir berderet yang lowong)
Moemoel: boleh aja
Tara: *parkirin mobil tapi ngabisin badan jalan dan miring*
Popo: bisa dilurusin sedikit bu, kurang mepet sepertinya

Tiba-tiba mobil yang parkir di depan pergi
Tara: *masukin persneling mundur* maju aja kali ya
Popo dan Moemoel: *diam tak menanggapi dan membiarkan berkonsentrasi parkir*
Tara: tapi udah terlanjur pesneling mundur
Moemoel: ya kan tinggal diganti
Popo: *tak bisa berkata apa-apa* *elus dada*

Ini masih belum berakhir. Ada lagi yang bikin tepok jidat. Pas belanja udah selesai dan berusaha no comment di mobil
Tara: *berhasil menyalakan mobil*
Tara: *berhasil menyalakan lampu*
Tara: *berhasil keluar dari parkir berderet*
Moemoel: spionnya emang ga dibuka ya?
Popo: *fyuhh*


Di satu sisi ini adalah kisah lucu. Di sisi lain ini adalah kisah sedih dimana keinginan untuk dianggap lebih mengalahkan kebutuhan sesungguhnya (baca sladder 8). Pelajaran lain, ternyata untuk gaya-gaya an pun kita perlu belajar supaya pamernya jadi lebih berkesan. Gimana engga? Kalo yang kaya tadi tapi yang tahu orang lain, bisa tengsin dong. Pantas aja pas latihan nyetir dulu (yang gak lulus akibat sering bolos) yang diajarkan paling awal adalah mesin dan tools penting di mobil. Jadi selain ga malu-maluin emang karena harus dipake dengan bener. Kebayang kan kalo banyak kecelakaan terjadi karena hal kaya gini. Jadi mamak-mamak yang suka sein kiri tapi belok kanan pun kudu diajakin masak bareng sambil ngobrolin ini biar ga nge gas kalo ditilang polisi.

#peace

Source gambar: google.com

Sabtu, 29 Desember 2018

Don't be so Difficult

Don't be so difficult! Alias jangan dibikin susah!
Adalah kalimat yang jika dilontarkan ke rekan kantor mereka justru menimpali dengan joke. Tapi kalo diucapkan ke temen alumni sekolah ini dianggap sebagai sarkasme yang berujung tersinggung. What a rainbow of my life!

Jelas aja dong, sekitar 12 jam sehari ketemu terus sama rekan kantor tapi ketemu temen sekolah kalo reuni aja. Apalagi rekan kantor yang hidup bagai raja di kantor dibalik tekanan-tekanan pekerjaan yang dirasakan bareng-bareng (baca: apa aja tinggal minga tolong OB dan support team lainnya). Sedangakan temen sekolah punya kehidupan yang variatif. Banyak yang kehidupannya lebih dari cukup tapi ada juga yang mensyukuri berapapun yang di dapat. Kita ga tau mereka mengusahakan banyak hal di balik kalimat kita. Look at me for example,,
Saya bekerja di luar pulau dengan gaji yang saya anggap cukup (be grateful) tapi mulut netijen berkata don't work so hard, cepat pulang. Padahal kan,,
Ga pulang pas libur panjang tapi mulut sahabat-sahabat se Indonesia raya langsung nge judge dari Sabang sampai Merauke. Padahal kan,, ku belom pernah liburan ke Meraukeeee #eh


But life is choices, seperti seorang sahabat yang sudah berusaha menjauh dari drama and get the flow tapi ternyata drama masih datang kepadanya. Sebut saja dia 'don't be so difficult boy'. Di saat sahabat lelah dengan drama percintaannya he comes in. Entah love at first sight atau gimana but they getting engaged less than 6 month they know each other. Five months later I got they finished their promise to build a household and happily ever after if i can say.

Saya percaya taaruf itu ada. Menikah tanpa pacaran juga ada. Tapi ga full of drama sampai kedua belah keluarga (bukan hanya kedua belah pihak) saling menyalahkan. If he's not going hard for you, you better know if he doesn't really want you that much. Mungkin berkaca dari kalimat itu sahabat saya not make it more difficult for her and go back to reality life yang banyak dibilang orang-orang di luaran sana kerja terlalu keras sebagai wanita karir ketika mantan-calon-suaminya mengembalikannya pada keluarganya.


Sedikit percakapan kami di dalam gelapnya mobil ojek online setelah sesi curhat yang panjang
Her: "Mba, pengalaman itu guru paling berharga banget ya. Semoga ke depannya ga bakal ada kejadian kaya gini lagi."
Me: "Pengalaman emang sering banget jadi pelajaran. Tapi seringnya telat, kejadian dulu baru dikasi pelajaran. Bagusnya ya pengalaman itu kita dengar aja, gausa sampai kita ngejalaninnya."
Me: "don't be so difficult, girl. Jangan nyari drama yang engga-engga. Sudah kebanyakan drama di kantor."
Her: *hug*



"Mbaaaaa (manggil OB) tolong ambilin air minum dong, haus niih... (mulut ngunyah sambil kerja)".
👆👆 eh, yang kaya gini gaboleh ya walopun hidup jangan dibikin susah kita ga bole nyusahin orang lain lhoo.

*pelukbonekabesar* #bukanlandak


Kamis, 12 Juli 2018

Sladder (4)

Percakapan antar anak rantau dengan obroan sedikit menjurus. Hehe. Kali ini Popo lagi ngobrol bareng om Awan dan Fahri.
Om Awan ini ceritanya baru dipindahtugaskan dan berpisah sementara dengan istrinya. Ceritanya baru pertama kali berpisah selama menikah.

Kira-kira gini keluhannya,
Satu hari berpisah: duh,, jauh dari istri
Dua hari berpisah: duh,, tetangga sebelah aktivitas nya kenceng banget sih, gatau apa lagi ditinggal istri (yang udah nikah pasti paham)

Nah,, ini obrolan hari ketiga berpisah

👨Om Awan: Kmana yuk malem ini
👨Om Awan: Malem jumatan
👧Popo: Yukk... Di kantor masih
👦Fahri: 😂😅 wakakaka
👦Fahri: Malam jumatan sm cewe lain
👦Fahri: Ingat istri mas
👧Popo: Duh, murah banget siiihh akutu cuma diajak gitu aja mau. Kalah deh sugar baby yang viral itu (dalem hati: siap-siap diolokin nihh,, duhh)
👨Om Awan: Hahaha sama dia mah istriku ndak cemburu
👧Popo: hmmm
👧Popo: Semua cowo beristri yang kukenal juga bilang gituuu😑 (sambil agak kesel balasnya)
👦Fahri: Ahhahaha...
👨Om Awan: Pertanda
👧Popo: alhamdulillah pertanda bukan pelakor yak


Yak, ginilah kalo punya kawan yang sudah menikah. Obrolannya jadi beda yak 😅 #pelajaranhariini

Nb: akhirnya kumpul Markonist formasi berempat 😎


Senin, 25 Juni 2018

Sladder (3)


Percakapan antar anak rantau
Sebut saja Popo dan Kim

Kim adalah seorang sahabat yang membawa berita. Entah bisa disebut berita buruk dan sebuah pelajaran atau bagaimana. Sampai berita ini ditayangkan (masih anget) ku masih mencerna baik-baik bagaimana jalan hidup seseorang.

Kim bisa dibilang manusia paling sederhana yang pernah saya kenal. Kalo kita mendapatkan pendapatan lebih biasanya gaya hidup kita berubah. Milenial sejati sih ini. Nah,, Kim ini tidak termasuk di dalamnya. Entah kalo yang ga kelihatan ya, atau emang karena ada alasan di balik itu seperti dya masih ada tanggung jawab ke keluarganya aku sih ga tau (contohnya: adeknya masih banyak yang perlu biaya sekolah, dll) kita g sedekat itu.

Kim ini anak rantau dari jawa yang jarang pulang (kayak saya dulu) tapi hobi dolan.

Beberapa bulan lalu g sengaja ketemu Kim di sebuah hall. Saya ada acara kantor dan Kim sedang survey
👦 Kim: eh, lagi ngapaen nih
👧Popo: lagi ada acara kantor, kamu?
Kim: lagi survey tempat
Popo: untuk apa?
Kim: married.
Popo: *amazed* wow!! Congratulation! Kapan nih? Ku diundang kaaan? Berapa undangannya kok disini? (kebetulan hall nya bisa nampung 5000 orang) Banyak doong? (biasaa cewek hobi merepet)
Kim: hehe iya. Dua minggu lagi. Undangannya sekitar 2000 orang. Makanya disini.
Popo: *shocked* (jumlah undangan teramat banyak bagi anak rantau).


*malam ini*
Popo: jadi sekarang tinggal dimana nih? (biasaaa cewek kan hobinya merepet)
Kim: *menyebutkan sebuah tempat*
Popo: ooohh (padahal gatau itu dimana)
Kim: aku kan wes metu seko omah (baca: aku kan sudah keluar dari rumah)
Popo: *deg*

Ketika niat hati ingin becandain temen abis nikah tapi malah dapat kabar begini tuh nyeseknyaa😭😭.
Katanya sih tanpa pacaran, tapi ku gatau apakah sudah ditimang bibit bebet bobotnya kalo kata orang jawa.

Kim malam ini pamitan karena memilih ambil kerjaan di Jakarta dalam waktu dekat. Pekerjaan yang pernah ditolak mentah-mentah dan lebih memilih meminang wanita lokal namun terpaksa diambil untuk bisa (lebih tegar) melanjutkan hidup.

Sekali lagi, kita sudah memilih, tapi yang di atas memang maha membolak-balik keadaan. Ketika saya merasa dalam keadaan jatuh dan berusaha bangun lagi ternyata ada yang lebih jatuh dari saya bahkan sejatuh jatuhnya. Disinilah memang peringatan untuk selalu bersyukur bahwa kita tidak kan diberi cobaan diluar kemampuan kita.

Oiya ada satu pertanyaan menegangkan dari Kim malam ini. Serasa de javu dan takut jawabnya karena kesamaan penanya adalah sama-sama dalam waktu dekat akan terbang ke Jakarta.



Apa planning mu (dalam kerjaan) ke depan?


*deg*



Minggu, 24 Juni 2018

Sladder (2)

Percakapan antar anak gadis
Sebut saja Popo dan Nae

👩Nae: Sekarang selain didoain cepet kerja ditambah cepet nikah dong hadeeh nga siap akutu
👩Nae: Jadi gini rasanya didoain meniqa🙄 wkwk iyain aja biar cepet
👧Popo: Wakakakak
Nae: Kamu uda balik merantau lagi?
Popo: uda nih *kirim foto muka sama terbaru*
Nae: Ini ngirim poto buat di promoin di twitterr apa gemanaahh
Nae: aku aja belom pernah ikutan biro jodoh
Popo: Hahaha
Popo: *share twit tentang nyari follower baru di twitter* (niat hati biar doi ngirim fotonya)

10 menit kemudian
Nae: *kirim bukti sudah ngereply twit yang kukasi plus masang mukaku pake twit ala-ala biro jodoh*
Popo: tidaaaaaaaaakkkkk *nangis di pojokan*
Popo: *sibuk balesin dm terong-terong* *gatau kenapa jadi ngikutin rule program* #duh #tepokjidat #rusakmalammingguku


Rabu, 13 Juni 2018

Sladder


Percakapan antar anak rantau. Sebut saja Popo dan Metsi

Popo👧: jadi lebaran tahun depan pulang nih?
Metsi 👩: iya doong, karena jadwalnya awal juni. Jadi sekalian (acara keluarga)
P: finally,, setelah 6x lebaran setidaknya tahun ke 7 bisa ikut libur lebaran di rumah (mirip-mirip bang toyib kan kami)
M: iya nih. Hehe
P: tapi siap-siap yaa harga tiketnya 3x lipat lho
M: Nahh ini... Seriusan kalo aku beli skrg tiket lebaran 2019 harganya msh murah normal wkwk ( yaaa masa iya beli tiket lebaran taun depan di hari ketika mudik belum usai 😂)
P: Aq taun depan belinya tiket kereta kok mba #positive vibes (aaamiiinn)
M: Lalu di kalimantan ada kereta 😂😂😂🙈🙈🙈🙈. Amitt2
P: Paitttt
M: 😂😂😂😂😂

Maafkan pak Jokowi, bukannya tidak mendukung pembangunan di Kalimantan, tapi jangan dibuat dulu ya sebelum ku pulang ke Jawa 😂😂

#salamcurhat