Nonton film ini bener-bener tanpa ekspektasi. Belum pernah baca trilogi bukunya sekalipun. Baru notice pas uda ada trailernya. Film ini cocok ditonton sama kamu yang sudah punya pacar dan berniat lanjut ke jenjang selanjutnya. Ceritanya tentang Rachel Chu, profesor ekonomi, yang bakal datang ke rumah pacanya, Nick Young, di Singapura. End.
- Peik Lin: Peik Lin ini kayaknya emang jadi ice breakernya. Udah kaya tapi merasa masih kalah kaya. Unik tapi tetep tau tempat dimana dia berdiri. Paling lucu pas tau dia simpan ‘baju aib’ aib di mobilnya. Hahaha.
- Oliver: punya kenalan yang karakternya kaya Oliver. Apapun yan keluarga Young butuhkan pasti bisa di lakuin. Sama seperti kenalanku, jadi new money karena ‘serve a purpose’ old money dari gali tanah sampai bikin kebun binatang. Fyuh. Oiya, orang kaya ga pernah ngerasa dirinya kaya kan ya. Sedikit cerita kalo kenalan ini suka sama action/cartoon figure. Sempet nanya tentang salah satu koleksinya yang mirip hadiah dari fastfood tiba-tiba dia bilang. “iya betul dari fastfood. Yauda kan aku beli semua karakternya tuh berarti beli sekian porsi kan ya. Hadiahnya ku ambil, makanannya ku bagi ke tukang becak di pinggir jalan” #shocked. Behind scene bagi-bagi makanan sampe didoain sungguh-sungguh sama tukang becak.
- Astrid: notice sama percakapan terakhir Astrid sama Michael yang intinya kurang lebih bahwa bukan tanggung jawabnya buat jadikan Michael gentle and brave. Jadi ingat bahwa kebahagiaan kita bukan tanggung jawab orang lain.
Jaman film fifty shades banyak cewek jadi punya impian lamaran romantis di atas helikopter. Kalo ngeliat ini kira-kira bakal berubah ga ya harapan lamaran romantis jadi deep-conversation aja. Lumayan kan duidnya bisa dipake buat yang lain (langsung cowok-cowok pada seneng ada yang menyampaikan kata hatinya. Hahaha). At least, comedy romantic ini menghibur weekend ku walaupun after credit buka hp banyak banget chat group dan japri yang harus dibalas dari yang-mulia-pak-bos-yang-abis-reject-training saya. sekian

