Pages

RSS

Welcome to my Blog
Hope you enjoy reading.

Minggu, 13 Juni 2021

Bubbles of Friendship

 

Yuk, nulis yuk!

Adalah sebuah kalimat untuk-supaya-agar dapet mood nulis. Bukan nulis hal yang berbobot sebenernya justru hal-hal receh yang ga layak di upload. Tapi yaa namanya menulis adalah kesenangan kenapa kita tidak Kembali ke kesenangan itu dan membiarkan dunia berputar seperti fitrahnya.

Kali ini mau ngeluh nih gara-gara kebanyakan spend money untuk merayakan hari lahir. Iyaaa sedikit kok ngeluh spend money-nya, banyakan ngeluh kebanyakan spend time :D. jadi inget jaman buka bersama lagi hits sampe bingung ngatur jadwalnya. Bedanya kalo buka bersama biasanya selain karena pertemanan juga jadi ajang reuni sesama alumni tapi kalo momen ulang tahun kan ga mungkin dong ngundang alumni 🤪

Jadi masalah bermula dari diriku sendiri sih yang suka milih-milih temen, walaupun bukan masuk geng famous tapi yah emang suka banget mengotak-kotakin temen yaaa gini deh jadinya. Bukan ga pengen berteman dengan golongan tertentu yaa tapi lebih ‘memilih topik’ selama bergaul #ngeles. Biasanya kalo belajar sama si A,B, C. kalo maen yang paling asik tu sama D,E. kalo ngobrolin korea sama B, E, F. kalo liburan sama A, G, H. kalo ngegosip sama I, J, K. kurang lebih gitu lah siklus hidupku yang agak aneh dengan orang kebanyakan.

Nah,, hal kaya gini tuh yang sempet bikin jadwal padet dan agak tekor bulan lalu. Mungkin bagi sebagian orang hal biasa ngegabungin kalo ad acara begini. Namun aku dan hati baikku tidak tega melakukannya, selain karena kapan lagi hedon tiada habisnya tanpa rasa bersalah tapi juga ngerasa ada beberapa teman yang kalo bergabung dengan beberapa lainnya seperti tidak menjadi dirinya sendiri atau bahkan nanti muncul berita-berita liar yang tidak diinginkan sehingga nanti muncullah bahan gossip hangat. Apalah aku yang ternyata bisa diterima cukup baik dengan orang-orang yang berseberangan😂😂

Kalo ada yang bilang tinggalin yang toxic dekati pada support system, tapi ternyata mereka ini sudah tersaring dengan saringan paling toxic dan bisa bertahan. Gimana dooong. Yang ga bertahan sudah kena hempas atau terlibas mutasi, karena sesungguhnya mutase itu selain menjauhkan yang dekat, juga semakin menjauhkan yang jauh. Keep in touch hanya berlaku pada curhat-curhat tertentu.

 

Salam sayang,

Dari kartu yang lelah digesek di café, resto, serta ticketing ❤❤❤

Terima kasih untuk semua doa di usia yang ke sembilannya dari duapuluh


Sabtu, 22 Mei 2021

Pandemonium’s Journal: Tangga Rumah

 

Beranjak ke usia baru bagi sebagian orang adalah waktu untuk berpesta, namun bagi sebagian lainnya adalah untuk merenung. I do both because I have kind of circle. Pagi hingga sore mungkin bisa kuhabiskan dengan bersenang-senang, tapi malam hingga pagi bisa dibilang sudah berganti deep talk, tentu saja dengan support system yang berbeda.

Bukan, bukan memiliki kepribadian ganda atau bahkan (((bermuka banyak))).Hanya saja rasanya memang begini cara menempatkan diri yang benar. Mana mungkin me at office adalah 100% me at home dooong. It’s literally different me, but still the real of me. (((r e a l m e))). Eh kok iklan.

In part of this universe, aku dikenal sebagai anak muda yang disegani oleh kawan-kawannya yang lebih tua namun dilindungi karena masih kecil. Bingung kan? Aku aja bingung. Seperti yang memang seharusnya terjadi di malam ini para tetua ini membahas mengenai ‘partner’ hingga dini hari. Tetua di sini maksudnya bukan orang tua yang jauh disana ya, tapi my-older-friends karena mature itu relatif bukan?

In the middle of office-underpressure-which-drain-a-lot-of-energy, we choose to discuss this uderpressure like hell! sungguh mencari masalah bukan? Karena kami hanyalah makhluk yang sedang berusaha dengan variable yang bisa kami ubah because 'it' in God’s hands, right? truly, I have no make a wish this year. I believe in prayer comes to me. I believe I have a lot care people around me. God has his on way. Begitulah kira-kira

Ngomongin tangga dan rumah bukankah kita bisa mempersiapkan semuanya sebelum memasukkan tangga tersebut ke dalam rumah? Tapi sebagai orang yang buta masalah domestik, setidaknya 2 tahun terakhir akhirnya terjun juga mengurusi masalah domestik.

Yup, betul banget kalo dibilang ini semua terjadi setelah pindah lapak. Setelah pindah lapak tentu saja semua dikerjakan by all member (eh ga ding, masih dibantu oleh penjaga rumah yang suka bantu-bantu) hihihi. Setidaknya semakin muncullah permasalahan yang mucul dari 4 kepala yang berbeda (Untung kalo nikah 2 kepala aja ya, kalo kebanyakan pusing!) mungkin ini kali ya yang bikin millennial memilih tinggal di apartmen daripada beli rumah sendiri. Ribet! Asli! Perkara serbet aja bisa jadi masalah. Bahkan ini juga yang sempet buatku ngeluarin statement ‘ga akan main rumah-rumahan lagi deh kecuali sama partner hidup’ but no one knows kan?


Di kehidupan domestic yang tiada akhir itulah, setengah tahun terakhir ini malah dikasi kepercayaan bertanggung jawab atas domestic kantor. Bisa dibayangkan kan mengurus sesuatu yang tidak benar-benar milikmu! Segala debu menempel kan bisa jadi pikiran dongg. Untungnya sih banyak kelonggaran untuk domestic kantor terutama di bagian budget, jadi bisa lebih berkreasi lah yaa. Karena walaupun dinding rumah ksudah mulai buluk tentu dinding kantor teteup harus shinning shimmering splendid doong so I started to enjoy this complicated domestic things karena wanita mana tidak suka berbelanja (kalo duitnya ada)