Pages

RSS

Welcome to my Blog
Hope you enjoy reading.

Kamis, 23 Agustus 2012

Visiting, seeing, knowing, studying (5)

Lanjutin perjalanan hari ke 3 lagi. selesai dari URA, liat perkembangan singapura dari tahun ke tahun. Plus rencana pengembangan yang ada di maket. Belum detail bener rencananya, seperrtinya nunggu investor. Agak heran juga, sepanjang yang saya lewati singapura cukupp padat sama bangunan tinggi ternyata masih ada lahan kosong untuk dikembangn lagi. Trip selanjutnya ke Clark Quay, kalo gak salah sih, ini semacam kota tua gitu. beberapa bangunan punya ciri sama. Bangunan tersebut sekarang dimanfaatin sebagai lokasi perdagangan gitu, koridor jalan juga ikut dimanfaatin. Yan penting tidak merubah bentuk bangunan. Cuma boleh ganti cat aja. Walaupun kota tua, tapi keliatan meriah banget. 1 toko ngecat warna ccoklat, resto ini ngecat warna turqoise, resto lain ngecat warna lain. Jalan di sepanjang koridor sampai nemuin sungai yang di kanan kirinya ada resto dengan bangunan seperti kapal. Unik banget. Ada juga perahu-perahu buat wisata layaknya valencia. Tapi masih bagus valencia menurutku. Hoho. Sayangnya pemandangan kurang bagus dilihat dari jembatan penghubung. Di seberang sana ada alat berta yang sedang melakukan pembangunan gedung. Aaaaandai saja. Andai saja nih ya. Daari jembatan tadi bisa ngeliat pemandangan bangunan-bangunan berlantai rendah, lumayan kalo warna atapnya warna-warni, kalau malem ada lampu-lampu penerangan ngebuat pemandangan cantik mirip Semarang punya. Haha. Ternyata bukit gombel masih mempesona. Sebelum pulang mampir makan malam lanjut ke mustafa. Ada yang menarik dari Singapura. Hampir di setiap tempat yang bisa dikunjungi banyak orang pasti ada sarana bermain air. Maksudnya pasti ada semacam air mancur tapi tanpa batas yang jelas dimana masyarakat bisa ikut bermain air. Hanya supaya air tidak keluar terlalu jauh aliran air dibuat agak cekung. Di Semarang dan Indonesia pada umumnya kan air mancur dibuat semacam kolam. Untuk menikmatinya ada semacam pembatas. Dan air manccur di sana serring kalli dimainkan dengan permainan lampu mungkin dalam beberapa kali zaherí. Selesai makan makanan Indonesia (makanan Indonesia lumayan disukai lho di Malaysia dan Singapura) lanjut ke musatafa. Semacam supermarket 24 jam yang nyediain barang-barang macam-macam keperluan. Sayangnya banyak barang non-Singapura. Buktinya, bali coklat bentuk merlion ternyata produksi Malaysia. Beberapa jam setelah ditanyakan ternyata Produk Indonesia (daerah Jawa Timur). Makanya, jangan malu beli barang buatan Indonesia. Jauh-jauh ke luar negeri ntar bawa oleh-olehnya made in Indonesia. Tengsin dong. >.< Perjalanan pulang diwarnai aksi lari-larian di kantor imigrasi rebutan cepat sama commuter Malaysia yang pulang kerja. Pantes aja TKI sam TKW laku banget di Malaysia. Penduduknya sendiri kerja di negara tetangga berangkat pagi buta dan pulang lumayan malam. Urusan rumah tangga seerahkan ke pihak lain dong. Duh kasian nasib anak-anaknya.