Pages

RSS

Welcome to my Blog
Hope you enjoy reading.

Kamis, 23 Agustus 2012

Visiting, seeing, knowing, studying (6)

Day 4 Hari ini setelah aksi jogging di kantor imigrasi (sekarang makhluk-makhluk dari Indonesia belajar Talk less do more ga ada lagi yang berisik gosip di antrian dan saat di jalan) rombongan ku langsung ke LTA gallery. Dinas perhubungannya Singapura. As Usual, dengan berbagai teknologi canggih yang dikemas menarik, kita bisa belajar pekembangan moda traansportasi di Singapura, alasan dipakainya sistem MRT, samape belajar bagaimana menunggu MRT yang benar. Ah, sebenarnya orang Indoneia juga bisa bikin, masalahnya ga ada inisiatif dan dana. =,=” Bahkan sudah direncanakan jalur-jalur MRT yang akan dibuat dan transportasi berbasis sistem informasi dan ketepatan waktu untuk tahun 2020. kita tunggu saja implemented atau tidak. Kalau Indonesia mau belajar nih, macan asia dengan minimal lokasi dan sumber daya bisa memanfaatkan apa yang ada di dalamnya dengan optimal. Banyak gallery yang bisa dikunjungi, baik gallery dari dinas setempat maupun gallery dari bangunan yang dibuat dan menjadi landmark yang menarik untuk dikunjungi. Menghasilkan devisa juga loh itu. Bisa dibayangkan anak-anak Indonesia dari TK sampai kuliah punya hobi main ke dinas tata ruang, Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan Pertamanan, dan kantor lain. Ini baru suatu rencana besar yang baik dan terselubung untuk mencerdaskan anak bangsa.. (duh, jadi nasionalis banget) Lanjut maen ke Sengkang. Suatu kawasan perumahan yang terintegrasi dengan beberapa macam sarana transportasi. Aaaaa siapa yang ga mau coba. Walaupun kalau di Inonesia rumah berbentuk rumah susun masih jadi masalah. Dari rumah, turun, jalan bentar ke gedung sebelah ada pemberhentian bis, agak geser dikit udah stasiun MRT. Akses gampang, misal bawa sepeda ada parkir (parkir sepeda yang tidak di pandang sebelah mata), ga perlu panas-panas. Makan siangnya ke foodcourt kawasan sengkang. Bawahnya pasar, atasnya foodcourt. Bersih. Bersih kelas pasar ya, bukan kelas mall. Sayangnya makanannya cukup mahal. Soalnya bukan porsi makan orang Indonesia. Dan lagi, lumayan banyak makanan Indonesia. Next trip ke bugis street. Bukan ke pasarnya dulu. Tapi ke salah satu mall yaaaang lantai dasarnya (eh bawah tanah) terhubung sama stasiun MRT. Stasiun MRT berisi orang yang mungkin isinya lebih banyak dibanding manusia yang berada di atas sana. Berasa jalan di tol, sampai di stasiun berikutnya bahkan sebelum bisa nemu tempat duduk di tengah keramaian. Pasar Bugis, pasar tradisional yang banyak menjual souvenir Singapura dan barang keperluan lain. Bisa nawar, tapi susah. Sensasinya hanya karena rebutan barang sama temen serombongan. Massih kalah sama pasar Johar yang bisa bikin orang pusing gabisa keluar pasar. Oh iya, berhubung di Singapura parkirnya bentuk parkir komunal rada susah kalo naek angkutan pribadi. Mesti jalan dulu agak jauh. Kendaraan pun gabisa puter balik seenak jidat di Indonesia. Jadi mau gak mau, sadar ga sadar, terpaksa ga terpaksa, naek angkutan massal jadi pilihan dan kebiasaan