Pages

RSS

Welcome to my Blog
Hope you enjoy reading.

Minggu, 17 September 2017

Nekaters

Nekaters...

Nekaters adalah sekumpulan bocah tengil yang dengan pedenya mencicipi sedikit Holidei di pulau sebelah tanpa rencana dan diakhiri dengan (ke)tagihan yang membengkak. Hahaha. Here we are, yang ngakunya financial advisor *lol*

Diawali dengan bualan liburan ke luar negeri bareng yang terus terusan ditunda. Diakhiri dengan rencana ke Celebes Island pada H-1 peak season. Euforianya bahkan sampai menular ke pesawat yang memajukan jadwal take off sampe harus lari-lari dari ujung ke ujung bandara yang katanya memiliki pelayanan terbaik nomor 6 di dunia ini. Fyuh. Singa. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menembus malam diiringi lagu india dan house music lain menuju pagi di... Biiiii raaaaa...
Yup. Bira. Satu alasan menyeberang pulau-yang katanya mumpung murah dan mumpung g transit-adalah Bira. Diujung tenggara Sulawesi dengan pemandangan luarrbiasa. Pagi itu sampe panas terik menyengat kuta puas-puasin berfoto diatas hamparan pasir putih dan dibawah naungan langit laksana lukisan. Keren banget lah walopun pake kamera yang jelek masih aja kelihatan bagus. Paling kitanya aja yang lecek gara-gara belum mandi. Hihihii.. lanjutlah kita ke Pulau Liukang dan Pulau Kambing di seberang pantai sambil snorkling. Eh bukan, kami cuma berendam dan menghitamkan badan kok. Karena kita baru keluar dari laut bukan setelah puas liat terumbu karang, ikan, bintang laut, sama kerang yang kece for first time. Tapi abis kulit kita berkerut semua karena kelamaan direndem air asin. Hihihii...

Puas disitu kami istirahat kembali ke Bira untuk next destination. Sedikit kecewa karena gara-gara hujan jadi gabisa ke Pantai Bara, lihat pembuatan kapal pinisi, dan tebing appalarang. Tapi akhirnya sedikit terobati setelah makan konro bakar kareboshi. Yummy.. setelah banyak energi terkuras finally terisi lagi. Tapi kayaknya menu daging bakal menemani liburan kali ini yang membuat suasana makin memanas dan badan menggendats.

Paginya kami langsung cus ke kawasan kebun teh Malino setelah sarapan coto makassar yang hampir nambah 1 mangkuk lagi dari masing masing kami. Ups.  Menjelang siang stop dulu ki kawasan danau yang panas terik tapi tetep nekat poto poto. Alhasil muka kucel keringatan dan mata sipit sipit memenuhi sebagian besar foto yang masih dihiasi hijau pemandangan hutan dan birunya danau dan puihnya awan. Kelihatan kan noraknya? Karena inilah memang alasan short escape kita kali ini. Memuaskan mata dengan pemandangan biru hijau walaupun badan lelah luarbiasa. Lanjut ke arah Malino lagi karena hari makin siang sambil harap-harap cemas jangan hujan dulu walaupun tadi panas terik melanda.

Tapi memang doa kami belum diijabah. Mingkin karena kami kebanyakan makan dan kebanyakan dosa. Hehehe. Sampai atas jalan mulai becek dan licin yang ga mungkin banget ke kebun teh, jadi kami puas puasin liat pemandangan sambil ngemil stoberi yang asem seger banget.
Pantai sudah. Puncak sudah. Saatnya kembali ke kota menjadi anak kota. Kemana kita? Tanya nekat the explorer.. hahaha

Yak, destinasi malam ini di traaaaaanss studioo. Walaupun Balikpapan sudah ada trans studio mini, tetep aja kayaknya harus kesini. The first trans studio in indonesia. Jadwal malam itu kita ngicipin makanan yang ga ada di Balikpapan. Yup, rasa rasa udik sedikit lah. Hihii.. main ke trans studio nya skip besok karena nyaris tutup.

Next day will be hard karena kita sambil bawa-bawa backpack yang berat ke mall. Tapi,, kita gamau rugi harus ke Pantai Losari. Sebagai landmarknya Makassar sebenernya pengaturan losari uda cukup bagus bisa jadi icon Makassar walaupun mungkin kurang tempat berteduh karena panasnya ngajak ribut. Tambahan pohon-pohon berkelompok diantara monumen-monumen dan beberapa kursi bisa bikin tambah cantik selain pe er merubah perilaku masyarakatnya supaya ga buang sampah sembarangan. Sayang dong kalo icon yang uda dibikin bagus-bagus jadi jorok gitu.. ups, planner nya keluar lagi. Yuk balik lagi ke Losari. Puas foto dan makan daging lagi kali ini kami nambahin isi tas dangan beberapa oleh-oleh yang mungkin akan dipalak besok dan cus kembali ke trans studio again.

Sebagai tourguide, salah seorang teman menyarankan menaiki salah satu wahana kesukaannya sebagai first experience kita. Sejenis kicir-kicir kalo di dufan. Dan akibatnya salah satu temen kita tumbang! Bener aja sih, kurang pemanasan langsung shock teraphy. Hahaha. Walaupun sempet ada tragedy tapi setidaknya ada yang mau nemenin next wahana sampai cape dan bosan. Dan akhirnya kami harus kembali ke kehidupan nyata mengejar pesawat. Oiya,, salah satu orang masih harus perjalanana selanjutnya naik kapan dan jalur darat untuk bisa istirahat di kos. Masih berat perjalanannya but still can't wait for next trip.



Ps: next trip sudah terencana tapu sayang banget gabisa ikut. Salam untuk autumn in Korea in this November. Have a nice trip!
*nangis di pojokan