Pages

RSS

Welcome to my Blog
Hope you enjoy reading.

Minggu, 08 Juli 2018

Benci tapi diusahakan Cinta

Sudah tau kan kalo benci dan cinta beda tipis?
Salah satu buktinya adalah aku. Eh, siapa ya benci aku? Nanti jadi cinta loh..
Adalah aku yang (pernah) mencintai bandara. Sampai lulus kuliah bisa dibilang alat transportasi yang pernah kunaiki cuma sebatas darat (laut cuma sekali pas study tour) bahkan naek kereta api pun belom pernah. Sebuah kisah miris kalo sekolah di bidang infrastruktur perkotaan gak sih? Hehe

Pertama kali naek kereta lulus kuliah :). Bukan. Bukan hadiah dari orang tua. Tapi hadiah atas kerja payah saya sendiri untuk mencapai sesuatu yang awam dan jauh bagiku. Ya. Perjalananku semakin jauh membentang ketika ku datang ke bandara.

Bandara dan pesawat. Hal mewah bagiku saat itu (sampai saat ini sih). Mahal dan cantik. Itu kesan pertama. Jalan-jalan itu kesan selanjutnya. Dan, berpisah adalah kesan yang paling menyebalkan.
Frequent flyer ku mungkin ga sebanyak eksmud yang lain. Tapi kebandara setidaknya 6 kali setahun adalah agenda yang harus di siapkan.

Bandara punya banyak cerita bagiku, dari perjalanan pertama, rindu rumah, jalan-jalan, sampai perpisahan. Yang terakhir ini yang paling dibenci. Siapa sih yang suka perpisahan? Sama seperti bandara, perpisahan ini memaksa kita untuk memulai hal yang baru, memulai rencana-rencana baru. Ruang tunggu tempat kita tak mengenal satu sama lain bisa menjadi tempat untuk merenung dan berfikir. Eh, tapi bukan tempat menangis yak :p

Oiya, sudah tau kan 6 Juni lalu akhirnya di resmikan bandara baru di Semarang. Finally bandara baru Semarang keren! Internasional floating airport guys! Siapa ga bangga. Makin cantik sih, tapi makin jauh di jangkau. Hiks.
Makin luas lokasinya, makin besar kapasitasnya, makin cantik design nya, tapi garbaratanya cuma 3 T_T masih sama dong sama yang lalu. Hiks. Tapi overall cantik!

Aku adalah bukti pembangunan bandara di Semarang dan Balikpapan. Dari yang awalnya sama-sama kecil, sumpek, dan panas (tapi mewah bagiku) sekarang sudah 1 standar angkasa pura untuk semua fasilitasnya (tapi biasa bagiku). Ternyata aku suka bandara yang dulu. Tau kenapa? Karena dulu bandara tak mengandung perpisahan.

Kembali ke benci dan cinta. Membenci dan mencintai itu secukupnya dan sewajarnya saja. Ya kan? Karena dalam perjalanan yang ku benci ini setidaknya bisa kuberikan sedikit kebahagiaan pada orang-orang yang mencintaiku #pede